bisnis yang tidak beretika

<KUPANG, POS KUPANG.Com –Selama ini bisnis di Indonesia kurang memperhatikan aspek etika. Yang ada hanyalah mengejar keuntungan semata. Pebisnis sama sekali tidak memperhatikan kepentingan konsumen.
Hal itu disampaikan Deputi Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Dinamika Masyarakat RI, Prof. Dr. Ir. Carunia Mulya Firdausy, M.A, APU, ketika ditemui Pos Kupang usai pembukaan Lokakarya Penyusunan Konsep dan Model Etika Bisnis dalam Pemanfaatan Hasil Riset Iptek oleh Dunia Bisnis dan Industri, di Aula Utama Undana-Kupang, Kamis (30/7/2009).
Menurut Firdausy, bisnis dalam era sekarang ini semuanya berorientasi mereguk keuntungan semata, tanpa memperhatikan sisi etika dan kepentingan konsumen. Akibatnya, tidak jarang banyak konsumen menjadi korban. "Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu disusun konsep dan etika dari produk-produk Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), sehingga tidak merugikan masyarakat," katanya.
Dia mengatakan, dari berbagai kasus yang menimpa konsumen dan masyarakat umum selama ini, diperlukan sebuah konsep etika, agar pelaku bisnis bisa memberikan keuntungan juga bagi masyarakat.
Dia mencontohkan, ada produk pangan dari Iptek, maka secara etika, produk pangan yang dihasilkan, baik oleh perorangan maupun perkumpulan lembaga itu, disampaikan juga kepada masyarakat tentang komponen apa saja yang digunakan sehingga tidak merugikan masyarakat selaku konsumen.
Firdausy menyebutkan, beberapa prinsip yang perlu dimiliki dalam bisnis, yakni otonomi, kejujuran, saling menguntungkan, integritas moral, keadilan atau keuntungan pada masyarakat konsumen dengan tidak boleh ada yang dirugikan.
Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App,Sc, Ph.D, yang diwakili Pembantu Rektor II, Ir. Roy Nendisa, M.S, mengatakan, lokakarya itu merupakan kerja sama Undana dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI.

1 Response so far »

  1. 1

    inn3 said,

    menurut saya bisnis ini sangat tidak beretika, kerana akan meningkatkan angka kematian bayi…kecuali ada hal-hal medis yang mengharuskan hal ini harus dilaksanakan, misalnya karena adanya tumor rahim atau kista, sehingga harus di angka janinnya. bisnis ini memang cukup menjanjikan, untuk orang kalangan atas,demi menjaga nama baiknya, tetapi menurut agama tidak baik.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: